Panduan Merawat Anak yang sedang Demam di Rumah

Posted on by admin

Di awal tahun ini anak saya sempat sakit radang tenggorokan yang disertai demam tinggi dengan suhu tubuh hampir mencapai 40 derajat. Sehari-hari rumah yang biasanya ribut dengan ocehan anak saya tiba-tiba menjadi sunyi karena si kecil yang lemas karena demam tinggi. Karena saya sendiri kurang pengalaman dalam menghadapi anak yang demam tinggi, saya otomatis menjadi panik dan langsung membawa anak saya ke Dokter.  Saat tiba di klinik anak tersebut, suster perawat menanyakan sudah berapa lama anak saya demam? berapa suhu tubuhnya pada waktu demamnya? etc2. Kemudian suster perawat tersebut memberikan saya selebaran informasi mengenai Panduan Merawat Anak yang sedang Demam di Rumah. Menurut saya informasi ini sangat membantu saya dan saya ingin membagikan informasi ini ke Ibu-Ibu sekalian :-)

Demam tidak selalu merupakan hal yang merugikan. Demam seringkali merupakan tanda pertama tubuh kita mengindikasikan adanya sesuatu yang tidak biasa, entah itu adanya infeksi, peradangan, atau kelainan-kelainan lainnya.

Demam dapat terdeksi dengan mudah dan sederhana, yaitu dengan meraba bagian dahi anak kita, namun apabila kita ingin mendapatkan hasil yang lebih akurat bisa digunakan termometer.

Demam yang dimaksud adalah apabila tubuh anak kita mencapai suhu tubuh 37,5 derajat Celcius atau lebih dengan pengukuran dengan menggunakan thermometer yang diletakkan di ketiak.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan apabila anak Anda Demam:

1. Kenakan pakaian yang tipis

Pada saat anak anda demam jangan menggunakan pakaian yang terlalu tebal karena pakaian yang tebal akan menghambat penjalaran panas dan dapat semakin meningkatkan suhu tubuh.

2. Berikan obat penurun panas seperti paracetamol

Berikan obat penurun panas. Obat penurun panas sebaiknya diberikan sesuai dengan anjuran dokter.

3. Lap tubuh anak dengan air hangat-hangat kuku (tepid sponge bath) kemudian kipas tubuh perlahan-lahan. Bila kulit sudah kering dan panas belum turun, bisa ulangi prosedur ini.

Cara diatas lebih efektif dibandingkan dengan mengompres kepala anak dengan air es atau dingin.

4. Berikan anak minum lebih banyak dari biasanya.

Pada saat anak demam sebaiknya berikan lebih banyak air untuk membantu metabolisme yang meningkat pada saat tubuh demam

5. Ukur kembali tubuh setiap 4-6 Jam

Apabila suhu tubuh anak masih demam setelah 4-6 jam, sebaiknya ulangi kembali langkah-langkah diatas. Apabila suhu tubuh anak sudah kembali normal jangan diberikan obat penurun panas lagi kecuali dianjurkan oleh dokter anda.

Anak harus dikonsultasikan ke dokter bila:

  1. Berusia kurang dari 2 bulan
  2. Berusia 2-4 bulan dan demam tidak disebabkan oleh imunisasi DPT
  3. Suhu tubuhnya lebih dari 40 derajat celcius
  4. Tubuh anak kejang karena suhu tubuh yang tinggi
  5. Menangis terus menerus dan tidak bisa ditenangkan
  6. Menangis saat dipindahkan atau pada saat disentuh oleh orang tua atau pengasuh
  7. Tidur terus dan sulit dibangunkan
  8. Lehernya kaku
  9. Terdapat bintik-bintik merah di kulit
  10. Mengalami kesulitas bernapas walau rongga hidung sudah dibersihkan
  11. Tidak mampu menelan dan air liurnya mengalir keluar
  12. Anak lemas dan tidak beraktifitas seperti biasanya
  13. Demam menetap selama 3 hari
  14. Demam menetap selama 24 jam tanpa penyebab yang jelas
  15. Demam kembali setelah bebas panas selama 24 Jam
  16. Anak menangis karena rasa sakit pada saat berkemi
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.



One Response to Panduan Merawat Anak yang sedang Demam di Rumah

  1. sri ismah yani says:

    saya rasa informasi ini sangat bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>